PKHB - Pusat Konsultas dan Bantuan Hukum Universitas Islam Indonesia

You are here:
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
TIPS Menghindari Penipuan Jual Beli Online Cetak E-mail
Friday, 03 October 2014

TIPS Menghindari Penipuan Jual Beli Online

Perkembangan internet di Indonesia semakin berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Internet tak lagi hanya untuk sekedar mencari informasi atau berinteraksi di sosial media, tetapi internet juga kerap dipakai untuk mencari nafkah. Salah satu caranya adalah jual beli secara online. Banyak alasan mengapa kita memilih jual beli online daripada jual beli secara langsung di dunia nyata. Seperti kemudahan karena kita tidak perlu keluar capek-capek menuju tempat belanja untuk membeli sesuatu. Terkadang juga barang yang kita cari hanya bisa kita temukan di toko jual beli online.

Dalam jual beli online ada beberapa kaidah-kaidah yang harus dipenuhi agar tidak terjerat hukum layaknya jual beli di dunia nyata.Pada prinsipnya pengaturan jual beli mengacu pada pasal-pasal yang ada di Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer).

Pasal 1457 KUHPer menjelaskan,”Jual beli adalah suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan, dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah diperjanjikan”. Pasal 1458 KUHPer menyatakan “Jual beli dianggap terjadi pada saat sepakat barang dan harga, meskipun belum diserahkan dan belum dibayar”. Dan  Pasal 1459 KUHPer, “Hak milik belum berpindah selama belum ada penyerahan”. Jual beli online baru terpenuhi ketika unsur-unsur dalam pasal tersebut terpenuhi.

Jual beli online harus dilakukan secara hati-hati. Seorang penjual barang secara online harus memperhatikan ketentuan di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penjual wajib memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan”. Misalnya, foto barang harus jelas dari depan, samping, dan beberapa sudut. Jika barang yang diperjual belikan tidak sesuai dengan perjanjian antara penjual dan pembeli, penjual wajib memberikan kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian.

Untuk para konsumen jual beli online juga harus berhati-hati, karena dalam jual beli online  sering kali ditemukan adanya penipuan jual beli online. Para penipu ini biasanya menipu menggunakan segala macam jenis Tipu Daya yang memikat para konsumen, terutama para pengguna internet pemula. Ada beberapa tips agar konsumen tidak menjadi korban penipuan jual beli online,

Pertama, konsumen harus memamahami hak-haknya sebagai konsumen dengan baik.

Kedua, periksa terlebih dahulu kejelasan subjek hukum penyelenggara sarana atau penjual.

Ketiga, pilihlah penyelenggara yang menjamin perlindungan data pribadi, jaminan uang kembali, dan sistem pembayaran yang diakui oleh sistem hukum di Indonesia.

Keempat, simpan dan periksa kembali bukti transaksi, apakah telah sesuai dengan prosedur yang telah disampaikan.

  

 
< Sebelumnya   Berikutnya >