PKHB - Pusat Konsultas dan Bantuan Hukum Universitas Islam Indonesia

You are here: Beranda
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Maraknya Penjualan Obat Penenang Secara Bebas Cetak E-mail
Thursday, 02 October 2014

Maraknya Penjualan Obat Penenang Secara Bebas

Berbagai permasalahan hidup yang banyak dialami saat ini, disikapi berbeda oleh masing-masing orang. Ada sebagian orang yang mampu mengatasi masalah tersebut dengan pikiran tenang, namun ada juga sebagian orang yang tidak mampu mengatasinya. Orang yang tidak mampu mengatasi masalahnya cenderung menggunakan media lain sebagai pelampiasan. Salah satunya adalah dengan meminum obat antidepresan untuk mengurangi stres berkepanjangan.

 

Oleh:

Yusti Yesi Kartika

Dewi Larasati

Pradita Wulandari

 

Banyak orang yang terbiasa membeli obat-obatan secara bebas di warung atau apotek tanpa resep dari dokter. Obat-obatan memang umum digunakan, tetapi apabila salah dosis atau digunakan secara terus-menerus akan mengakibatkan masalah kesehatan semakin memburuk. Obat-obatan yang dijual di apotek atau warung memang paling mudah dijangkau ketika sakit kepala, gigi atau sakit ringan lainnya melanda. Seperti yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah penjualan secara bebas berbagai macam obat antidepresan atau obat penenang.

Apakah obat penenang itu? Banyak orang memiliki pemahaman yang berbeda tentang apa itu yang disebut obat antidepresan. dr. Andri (psikiater) dalam ulasannya di forum Kompasiana.com menyebutkan dalam praktek sebagai seorang psikiater psikosomatik, beliau banyak menemui kasus-kasus keluhan psikosomatik yang pada dasarnya adalah gangguan cemas dan gangguan depresi. Kedua jenis diagnosis ini paling banyak menimbulkan keluhan psikosomatik dengan kondisi gangguan panik sebagai teratas penyebabnya (Data di Klinik Psikosomatk RS OMNI tahun 2009, lebih dari 80 % pasien dengan keluhan psikosomatik diagnosis dasarnya adalah gangguan panik). Pengobatan saat ini untuk gangguan cemas termasuk di dalamnya gangguan panik adalah dengan menggunakan antidepresan golongan SSRI (Serotonin Selective Reuptake Inhibitor). Penggunaan obat cemas golongan benzodiazepin (yang sering disalah artikan sebagai obat penenang) hanyalah digunakan saat awal terapi (jika perlu) dan digunakan dalam jangka waktu yang singkat. Ada dua jenis obat penenang yaitu obat antidepresan dan benzodiazepin. Antidepresan memiliki cara kerja dengan memberikan efek pada sistem monoamin, serotonin dan norepinefrin. Namun tidak semua antidepresan mempunyai efek kepada ketiga sistem otak tersebut. Beberapa contoh obat antidepresan; Pertama Golongan Trisiklik, dikenal dengan nama AMITRYPTILINE, obat antidepresan yang murah meriah ini berharga pertabletnya hanya Rp. 200,- hingga Rp. 600,- tersedia dalam bentuk generik. Masih dipakai hingga saat ini terutama untuk pasien di puskesmas, punya efek antinyeri yang baik sehingga sering menjadi obat racikan untuk para dokter saraf. Sayangnya menimbulkan efek ngantuk yang luar biasa walaupun anjuran 3 kali sehari namun biasanya hanya bisa dimakan saat malam hari saja. Efek ke jantung yang kurang baik menyebabkan pemakaian obat ini terbatas untuk dewasa dan hampir tidak pernah diberikan pada lanjut usia yang menderita kelainan jantung. Kedua Golongan Tertrasiklik, sejenis dengan golongan diatas, merek terkenal adalah LUDIOMIL dengan merk generik Maproptiline. Ketiga Golongan Monoamine, dikenal dengan merek dagang AURORIX isinya generik MOCLOBLEMIDE. Obat yang termasuk sudah tua dan jarang dipakai lagi karena efek samping keracunan serotonin yang membahayakan. Obat inilah yang di beberapa obat flu tidak boleh diberikan. Jadi kalau ada pasien bertanya apakah kalau makan obat antidepresan boleh makan obat flu, jawabnya boleh saja asal jangan makan obat ini. Keempat Golongan Serotonin, merupakan golongan terbaru yang paling direkomendasikan saat ini karena masih ditoleransi dan efek samping yang minimal. Beberapa jenis dan merk dagang yang terkenal adalah Fluoxetine (Kalxetin, Prozac, Antiprestin, Lodep), Sertraline (Serlof, Zoloft, Antipres), Escitalopram (Cipralex) dan Paroxetine (Seroxat). Efek samping paling sering timbul adalah mual dan gangguan perut, namun biasanya dengan dosis awal yang kecil dan naik perlahan hal ini bisa dinetralisir. Kelima Golongan Serotonin-Norepinefrin, merupakan golongan paling baru, merknya yang terkenal adalah Cymbalta dan Effexor. Efek samping yang ditimbulkan mirip dengan serotonin, namun terkadang tekanan darah tinggi sering ditemukan pasca pemakaian. Kemudian jenis Benzodiazepine dikenal masyarakat sebagai obat penenang, memiliki berbagai macam bentuk dan yang paling terkenal adalah Xanax yang mengandung Alprazolam. Pertama Alprazolam (xanax, calmlet, zypraz dkk), ditujukan untuk pasien gangguan panik dan tidak yang lain. Namun karena efek ketergantungan fisiologis dan psikologisnya yangg tinggi, sejak beberapa tahun ini sudah tidak disarankan diberikan jika kondisi pasien tidak terlalu membutuhkan dan masih bisa ditangani oleh obat golongan lain seperti clobazam (frisium). Terapi lini pertama untuk pasien panik adalah antidepresan. Kedua Clobazam (Frisium), obat ini cukup aman, namun efeknya tidak secanggih alprazolam. Menimbulkan efek mengantuk yang minimal dan waktu kerjanya cukup panjang. Biasa diberikan hanya pada awal terapi. Ketiga Estazolam (Esilgan), dikenal sebagai obat tidur dan tidak boleh digunakan berbarengan dengan obat anticemas lain. Baik digunakan untuk mengobati gangguan tidur, namun lebih baik diobati dengan golongan yang lebih ringan dulu. Keracunan akibat pemakaian yang berlebihan menyebabkan efek sedasi yang berkepanjangan bahkan jika lambung sudah dibersihkan dan sudah digunakan obat keluar kencing. Keempat Lorazepam (Ativan), aman untuk orang tua, dikarenakan metabolit atau sisa metabolismenya di dalam darah tidak aktif lagi, memiliki waktu kerja pendek sehingga aman untuk orang tua dan pasien yang mengalami gangguan ginjal. Kelima Diazepam (Valium, valisanbe), obat anti cemas klasik, paling murah dan memiliki banyak manfaat. Dari anak kecil (bayi) yang digunakan sebagai obat untuk dimasukkan ke dubur dalam bentuk supositoria (stesolid) dalam mengobati kejang, sampai racikan untuk pasien yang menderita nyeri. Menimbulkan efek sedatif dan pelemas otot. Tidak disarankan digunakan pada lansia. Di Indonesia beberapa obat penenang, khususnya yang dibeli di jalanan tersebar secara ilegal. Berarti bahwa bahan-bahan pembuat pil serta kemurniannya tidak dapat dikontrol. Hal ini berbahaya karena meningkatkan kemungkinan bahwa si pemakai telah menelan bahan-bahan yang akan menimbulkan pengaruh buruk. Pengaruh obat penenang terhadap tiap orang berbeda-beda tergantung besarnya dosis, berat tubuh, umur seseorang, bagaimana obat tersebut dipakai dan suasana hati si pemakai. Jika pemakai mengonsumsi obat penenang dalam jangka panjang maka akan mengakibatkan peningkatan berat badan, sulit tidur, nafsu makan lebih besar, kehilangan ingatan, sulit berpikir, perubahan kepribadian, gangguan seksual, gangguan menstruasi pada wanita, pemakaian dosis tinggi setelah beberapa waktu dapat mengakibatkan kebingungan, kurangnya koordinasi dan depresi. Penyalahgunaan obat-obatan yang saat ini dijual secara bebas merupakan tanggung jawab dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM). Peraturan tentang produksi, distribusi, dan konsumsi obat-obatan ini diatur dalam Undang-Undang No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan penjualannya diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.167/kab/B.VII/72, tentang Pedagang Eceran dan Obat Berizin. Sebaiknya masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli dan mengonsumsi obat penenang yang melebihi dosis karena banyak jenis atau golongan obat penenang yang harus dikonsumsi sesuai dengan aturan pakai atau saran dokter. Dalam hal ini, juga diharapkan peran pemerintah yang lebih mengawasi terhadap peredaran obat penenang.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Polls

Keberadaan PKBH FH UII dalam membantu menangani kasus hukum yang berada ti tengah-tengah masyarakat.
 

Who's Online


Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar