PKHB - Pusat Konsultas dan Bantuan Hukum Universitas Islam Indonesia

You are here:
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Mahasiswa dan Karyawan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) Menjadi Korban Pengeroyok Cetak E-mail
Wednesday, 18 June 2014

LKBH FH UII, Sejumlah mahasiswa dan karyawan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) Yogyakarta dihajar sekelompok massa disamping selatan pintu masuk Kampus FH UII, Selasa (17/06/2014) ketika pelaksanaan Kampanye Pilpres dari salah satu Calon Presiden dengan massa beratribut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melintasi jalan depan kampus FH UII.

 

Sultan Akbar P (21) yang menjadi korban pengeroyokan mengatakan peristiwa pengeroyokan itu bermula ketika ia melihat dan memotret kejadian pemukulan yang dilakukan oleh peserta kampanye di depan sebuah rumah makan yang berada tidak jauh dari kompleks kampus FH UII. Penyerangan tersebut disebabkan karena peserta kampanye yang melakukan pemukulan terhadap warga tersebut merasa tidak terima dengan perbuatan korban yang memotret peristiwa pemukulan tersebut.

 

“Saya ketika sedang duduk di warung yang berada disebelah kampus FH UII, kemudian mendengar suara riuh karena adanya pemukulan yang dilakukan oleh peserta kampanye beratribut PDIP, ketika saya melihat langsung peristiwa tersebut dan mendokumentasikannya, tiba-tiba saya diserang oleh sekelompok orang beratribut PDIP serta membawa bendera bertuliskan “BANSER” dan memakai penutup muka berwarna hitam,” kata korban kepada Tim Investigasi LKBH FH-UII.

 

Tidak hanya Sultan Akbar P yang menjadi korban dalam kasus pengeroyokan tersebut, masih ada 4 (empat) teman nya yang masih menjadi mahasiswa di kampus FH UII yang menjadi korban pengeroyokasn. Selain itu ada juga Karyawan FH-UII yang menjadi korban yaitu Amat Nurdin (30) yang ketika peristiwa pengeroyokan itu terjadi ia sedang bekerja tiba-tiba di jalan Taman Siswa (Depan Kampus FH-UII) ada keributan kemudian korban Amat Nurdin datang melihat dan tiba-tiba peserta kampanye ikut langsung menyerang korban tersebut.

 

Kedua korban Sultan Akbar P dan Amat Nurdin menderita luka-luka memar di pelipis mata dan dibagian tangan serta kaki kemudian di bagian kepala bengkak akibat pemukulan.

Sementara itu, kedua korban dengan didampingi oleh Tim Penasehat Hukum dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Univesitas Islam Indonesia (LKBH FH UII) telah melaporkan peristiwa tersebut ke Poltabes Yogyakarta dengan dugaan pidana Penganiayaan  Pasal 351 dan  Pengeroyokan Pasal 170 (ayat 2) KUHP serta Pasal 41 ayat (1) huruf e Undang-Undang No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Atas laporan tersebut, kami mendesak pihak kepolisian  untuk segera mengungkap kasus tersebut dan melakukan penyelidikan dengan diterbitkannya Laporan Polisi Nomor STBL/278-B/VI/2014/DIY/Polresta Yka.

 

Dalam hal ini kami Tim Penasehat Hukum dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Univesitas Islam Indonesia (LKBH FH-UII) menyatakan sikap : mengutuk keras aksi kekerasan dan anarkisme yang dilakukan oleh Peserta kampanye Pilpres yang menciderai Demokrasi dan Deklarasi Kampanye Damai yang telah disepakati oleh kedua Capres (Calon Presiden). 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >